Jumat, 02 April 2010

Mata Bulan Sabit

Mata Bulan sabit itu
terus menatapku
mungkin sedari dulu
sejak pertama bertemu

bulan sabit itu sangat bercahaya
menghentikan detak jantungku
membekukan darahku
merusakkan otakku

mata bulan sabit itu
mencekik urat-urat nadiku
memaksakan nafasku tetap di dalam
dalam paru-paru yang hampir terbakar

dan inilah waktunya,
waktu untuk parasit sepertiku mati
di tangan mu
mata bulan sabit


(i dont know who is this "mata bulan sabit". who, or whatever he is, i describe this man as a reaper, a shinigami, somethin covered by black, mysterioius, etc. and i'm a useless person, who give her life to God)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar